PKM ke desa… Ketagihan ih!
May 12th, 2006 by alfapyueePembantingan tulang massal berakhir…
Asal tau aja. Yang pada nggak ikut PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) RUGI semua!!! nyari duitnya ikutan susah, giliran acaranya nggak ikutan. Wahai saudara-saudara sebangsa dan setanah air, makanya jadi orang jangan parno… (khusus buat orang-orang yang mundur gara-gara parno sama Tim Disipliner) Rugi sendiri deh…
1st day:
survei buat penelitian tentang pengetahuan ibu-ibu setempat yang mempunyai balita tentang imunisasi. Gampang??? Sapa bilang!!! Penduduk desa yang kita kunjungin tu, masih banyak yang belum bisa bahasa indonesia… dan demi kelancaran acara, terpaksa kami harus mengerahkan kemampuan berbahasa SUNDA semaksimal mungkin. Aku emang udah 9 tahun hidup di bumi parahyangan, tetapi eh tetapi… bahasa sunda saya nggak siap go public. Aku cuma ngomong bahasa sunda dikit-dikit, sekali-sekali, itu juga kalo lagi sama temen sendiri, contohnya: YUDHA, vocabnya jarang ada yang termasuk basa LEMES. Jadi ya modal andalan sayah adalah doa, senyum dan banyak-banyak ngomong "punten"… mudah-mudahan nggak ada ibu-ibu yang sakit hati karena aku salah ngomong.
2nd day:
BP = Balai Pengobatan.
Ini yang alin tungguin. Berkat latihan blood grouping yang menyakitkan ku waktu pembekalan (jadi gini ya, saya merelakan jari-jari saya untuk diambil darahnya waktu itu. dan darah yang dimaksud baru didapat setelah 4 kali tusukan Lancet segitiga yang amit-amiiit sakitnya), aku jadi takut kejadian yang sama akan menimpa orang lain yang aku tusuk. Apa lagi kalo dapet petani, kan jarinya lebih tebel. Kan nggak lucu aja, dia udah percaya sama kita, tapi ternyata kitanya nusuk sampe beberapa kali baru dapet darah, itukan nyiksa namanya. Apalagi, sebelum giliran aku, temen yang udah duluan blood grouping nusuk orang sampe 3 kali baru dapet darahnya. HUAAAAA… piye iki??? namun, berkat doa teman-teman… Misi pertama alin berhasil tanpa menyiksa siapapun, sekali tusuk darahnya keluar!!! Horeee!!! padahal pasiennya bapak-bapak yang jarinya agak tebel lo…. Hohohohoho…
Trus, pas Anamnesa sama ngurusin obat juga rame… Waktu pasien pertama tuh yang panik, masalahnya pas udah ngitung Blood Pressure, heart Rate, sama Resp.rate. aku baru sadar… aku nggak tau aku harus nulis datanya di sebelah mana kertasnya. waktu di liat-liat lagi, ada 3 huruf yang terletak berjauhan: "T", "N", dan "R". kayaknya harusnya disitu deh… tapi "T" itu apa? "N" apa? trus "R" juga apa? Ya udah sesuai firasat, Blood Pressure di "T", Heart Rate di "N", Resp. Rate di "R". Ternyata firasatku benar!!! "T" itu "Tekanan Darah", "N" itu "Nadi", "R" itu "respirasi". Ya ampun, ini jeleknya belajar pake pengantar bahasa inggris.
3rd day:
Pasar Murah + PMTAB (pemberian makanan tambahan anak balita). jelas rame lah ya… mana ada sejarahnya ada yang murah-murah dan gratis nggak dikerubutin orang??? Tapi yang paling merusak nama baikku adalah Stand Games…. Diriku, Ipam, dan Dhea, merelakan diri untuk menjadi orang aneh pencipta gerakan di "COB" game. Kita keasikan, sampai game berakhir, kemuadian kami baru menyadari bahwasanya pada hakikatnya semua orang disekitar stand menonton aksi kami. Parah… Kata Kania: "Kaya’nya lu jangan cari jodoh di di FK deh lin".(Terimakasih sarannya kawan, lu emang temen gua satu-satunya, selain Syusi dan Dina dan Ipam dan Hari dan semua temen gua yang lain.)
Pas Out bond diturunin dari tronton di Kiara Payung waktu hujan. aku yang pada dasarnya adalah kelompok 25… kelompok terakhir, harus rela menunggu lebih lama untuk melakukan pergerakan autonomik menuju kampus. Ponco ku yang kunamai Buwono (jadi lengkapnya PONCO BUWONO) sampe udah nggak bisa lagi nahan rembesan air hujan. Baju bagian punggung pun basah. Sebenernya aku udah minum antihistamin supaya nggak alergi kalo cuaca dingin, tapi aku nggak yakin kalo sambil basah, masih ampuh nggak ya tu obat? Tapi ternyata nggak apa-apa, aku sehat-sehat aja, dan bisa menikmati kegilaan dan main-main tanpa terganggu hidung yang meler-meler…
Malam pun turun. Ada nyamuk yang bikin aku nggak bisa langsung tidur begitu kepala nempel di bantal… walopun akhirnya tidur juga nggak lama kemudian.
Haaaaaa….. Mau lagi…



